RPP Ikatan Kimia (By: Suryadi)


TUGAS KIMIA SEKOLAH I
RENCANA POKOK PEMBELAJARAN (RPP) KELAS X SEMESTER I
“IKATAN KIMIA”

 Disusun Oleh:
Suryadi
A1F008053

Dosen Pembimbing:
Dr. Kancono, M.Si.




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2011





RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
IKATAN  KIMIA
Nama Sekolah             : SMA N 1 Binduriang
Mata Pelajaran            : Kimia
Kelas / Semester          : X / 1
Pertemuan ke-             : 1
Alokasi Waktu            : 3 x 45 menit
Standar Kompetensi   :  1.      Memahami terbentuknya ikatan kimia
Kompetensi Dasar       :  1.2.   Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
                                                kovalen, ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam, serta
                                                hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.
I.    Indikator: 
(1)   Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan keelektronegatifan unsur-unsur melalui percobaan
(2)   Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam
(3)   Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya.
II.  Tujuan:
   Siswa dapat,
(1)      Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi
(2)      Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsur-unsur melalui percobaan
(3)      Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam
(4)      Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya.


III.    Materi Ajar: 
Ikatan Kimia
o   Ikatan Ion
o   Ikatan Kovalen
o   Ikatan Kovalen Koordinasi
IV.    Metode pendekatan:
  • Ceramah / penyampaian informasi.
  • Diskusi
  • Penugasan
  • Praktik/demonstrasi
V.    Skenario Pembelajaran
5.1 Materi (lampiran)
5.2 Kegiatan awal
o   Salam pembuka dan memeriksa daftar hadir siswa
o   Membuka pelajaran dengan menyampaikan SK, KD, indicator dan tujuan pembelajaran
o   Menanyakan sekilas tentang pelajaran yang akan dipelajari
o   Memberi motivasi kepada
5.3 Kegiatan Inti
o   Diskusi kelas tentang ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinasi
o   Dikusi kelas tentang kaitan sifat-sifat senyawa dengan jenis ikatan kimianya
5.4 Kegiatan Akhir
o   Menyimpulkan materi ajar pertemuan pertama
o   Memberikan tugas.
VI.       Alat / Bahan : 
         Buku Kimia; LKS, LDS, Laboratorium, multimedia.
VII.     Sumber Belajar
Devi, K. Poppy, dkk.2009.Kimia I Kelas X SMA dan MA.Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Lembar Diskusi Siswa
            Lembar Kerja Siswa
            Purba, Michael.2007.Kimia I untuk SMA Kelas X.Jakarta: Erlangga
VIII. Penilaian:
a.       Tugas
b.      Praktik
c.       Sikap/minat
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

a.       Format Penilain untuk Nomor Soal
N
o
Nama siswa
Nilai/ nomor soal
Total skor
Rata- rata
nilai
1

1
2
3
4
5



2









3









4









Dst










b.      Lembar Penilaian Sikap Siswa
N
O
Nama
Sikap
Minat
Moral
Total skot
Rata- rata
Nilai
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1



















2



















3



















4



















Dst



















                                                                                      
Kepala Curup,   Januari  2011




Suryadi
A1F008009






Lampiran I
Materi: Ikatan Kimia
A.    Definisi Ikatan Kimia
Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a)      atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
b)      penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c)      penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan

Ø  Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.
Ø  Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat.
Ø  Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia).
Ø  Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
Ø  Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium).

Periode
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
O
P
1
He
2
2





2
Ne
10
2
8




3
Ar
18
2
8
8



4
Kr
36
2
8
18
8


5
Xe
54
2
8
18
18
8

6
Rn
86
2
8
18
32
18
8

Ø  Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet
o   Lambang Lewis
Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
·   Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
·   Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.

1). Ikatan Ion ( elektrovalen )
  • Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
  • Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb).
  • Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.

Contoh 1 :
Ikatan antara  dengan
Konfigurasi elektronnya :
= 2, 8, 1
 = 2, 8, 7

§  Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
§  Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
(2,8,1)      (2,8)

(2,8,7)           (2,8,8)

§  Antara ion Na+ dengan terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.

Contoh 2 :
Ikatan antara Na dengan O
ü  Supaya mencapai oktet, maka Na harus melepaskan 1 elektron menjadi kation Na+
(2,8,1)      (2,8)
ü  Supaya mencapai oktet, maka O harus menerima 2 elektron menjadi anion
(2,6)              (2,8)

ü  Reaksi yang terjadi :
                   (x2)
                 (x1)
                                             +
2 Na + O                   2 Na+        Na2O

Contoh lain : senyawa MgCl2, AlF3 dan MgO

v  Soal : Tentukan senyawa yang terbentuk dari :
1). Mg dengan F
2). Ca dengan Cl
3). K dengan O

Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a)      Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, CsF
b)      Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c)      Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, MgS

Sifat umum senyawa ionik :
1)      Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2)      Keras, tetapi mudah patah
3)      Penghantar panas yang baik
4)      Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
5)      Larut dalam air
6)      Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)

2).  Ikatan Kovalen
o   Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
o   Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
o   Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
o   Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
o   Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).

Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a).  Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh 1 :
ü  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
ü  Konfigurasi elektronnya :
  = 1
ü  Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).
ü  Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.
Rumus struktur     =
Rumus kimia         = H2

Contoh 2 :
v  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
v  Konfigurasi elektronnya :
  = 1
             = 2, 7
v  Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.
v  Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).
v  Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.
Rumus struktur     =
Rumus kimia         =  HF

v  Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut :
( lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya )
1)      Atom C dengan H membentuk molekul CH4
2)      Atom H dengan O membentuk molekul H2O
3)      Atom Br dengan Br membentuk molekul Br2


b). Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh :
§  Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
§  Konfigurasi elektronnya :
= 2, 6
§  Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
§  Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.
Rumus struktur     :
Rumus kimia         : O2

§  Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut : (lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya)
1)      Atom C dengan O membentuk molekul CO2
2)      Atom C dengan H membentuk molekul C2H4 (etena)

c). Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh 1:
o   Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
o   Konfigurasi elektronnya :
= 2, 5
o   Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
o   Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.


Rumus struktur     :
Rumus kimia         : N2

Contoh 2:
§  Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
§  Konfigurasi elektronnya :
= 2, 4
  = 1
§  Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
§  Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.
                 
(Rumus Lewis)         (Rumus bangun/struktur)

3).  Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
  • Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
  • Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh 1:
  • Terbentuknya senyawa
atau
Contoh 2:
  • Terbentuknya molekul ozon (O3)
  • Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan , oksigen pusat harus menyumbangkan kedua elektronnya.

Rumus struktur :
        O


































Lampiran 2
Tugas
1.      Manakah struktur lewis yang salah untuk 6C, 7N, 8O, 10Ne, dan 9F berikut ini?
2.      Manakah di antara senyawa berikut yang terbentuk akibat ikatan ion?
A. H2O dan NaCl                                  D. KCl dan CH4
B. MgCl2 dan KF                                   E. NaBr dan SO2
C. CaF2 dan HCl
3.      Manakah di bawah ini senyawa yang mengandung ikatan kovalen polar ?
A.    BCl3                                                  D. CH4
B.       H2O                                                             E. CCl4
C.       CO2
4.      Kelompokkan senyawa berikut berdasarkan polar dan non polar: CH4, CO2, H2O, NH3, HI, CCL, dan HCl!
5.      Berapa elektron yang dapat dilepas/ iterima unsur-unsur agar mencapai kestabilan
a.       8O                                                       d. 14N
b.      13AL                                                   e. 35Br
c. 20Ca